Loading
Donasi Terbesar Rp 0,00
Rata-rata Donasi Rp 0,00

ILIA dan RAHMAN SHIDDIQ

Kakak beradik yang mengalami kelumpuhan dan kecacatan perkembangan atau gangguan perkembangan. Yang membuat Ilia dan Rahman tidak dapat berbicara dan berjalan karena gizi yang tak terpenuhi sejak dalam kandungan hingga sekarang berumur 12 tahun (Ilia) dan 7 tahun (Rahman).

Ilia dan Rahman lahir dipelosok desa, jalan menuju balai desa tidak bisa melalui jalur darat sehingga harus menggunakan perahu. Karena medan yang sulit dan tidak adanya pembelajaran mengenai imunisasi dan kebutuhan perkembangan anak, Ayah Ilia dan Rahman tidak pernah berpikir untuk membawa anaknya ke posyandu balai desa untuk di imunisasi.

Dimulai dari Ilia yang lahir 5 tahun lebih awal dari Rahman, sejak lahir Ilia tidak pernah mendapatkan imunisasi. Padahal gejala gizi buruk sudah ada sejak kelahiran Ilia. Begitu juga Rahman, lahir dengan kasus yang sama seperti kakaknya. Akibat tidak adanya pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak dan program imunisasi, Ilia dan Rahman harus mengalami gangguan kecacatan dalam pertumbuhan mereka.


Saat Ilia berumur 7 tahun dan Rahman berumur 2 tahun, Ayahnya memutuskan untuk pindah ke kota karena ladang yang mereka miliki di desa rusak parah hingga tidak bisa digunakan lagi karena banjir.



Setelah berhasil pindah ke kota, sebenarnya RT dan Pak Wali (Jabatan seperti lurah dikantor desa) sudah mengetahui kondisi Ilia dan Rahman. Seperti acuh tak acuh, mereka tidak pernah melaporkan kepada instansi kesehatan yang bersangkutan. Sehingga Ilia dan Rahman harus melewati masa dimana penyakit mereka masih bisa diatasi (Normalnya anak dibawah umur 5 tahun masih bisa diperbaiki gizinya bersamaan dengan perkembangan anak tersebut).

kami dari Tim Panbest baru mendapatkan informasi mengenai kondisi kedua anak tersebut saat umur mereka sudah melewati 5 tahun dan kami langsung mendatangi rumah mereka.




Setelah mengajukan beberapa pertanyaan, mungkin karena tidak tahu, ayah Ilia dan Rahman mengatakan bahwasanya mereka tidak memiliki BPJS dan tidak pernah membawa anaknya berobat karena tidak punya uang. Mengetahui hal itu kami pun langsung membantu untuk mengurus pembuatan BPJS agar Ilia dan Rahman segera ditangani oleh pihak kesehatan. Akan tetapi setelah kami cek disalah satu instansi kesehatan, diberitahukan bahwa Ilia dan Rahman sudah memiliki BPJS sejak dari desa mereka yang lama.

“Mungkin karena kurangnya informasi dan tidak tahu-menahu mengenai hal ini, pihak puskemas desa disana yang membantu pembuatan BPJS nya.” Ujar salah satu perawat di instansi tersebut.

Setelah mengetahui Ilia dan Rahman memiliki BPJS, Tim Panbest pun langsung membawa mereka ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan kondisi yang dialami oleh kakak beradik tersebut.



Selesai check up di puskesmas, Ilia dan Rahman langsung dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.




Benar saja, diagnosa Ilia dan Rahman adalah GANGGUAN PERKEMBANGAN LAINNYA KETERAMPILAN SKOLASTIS (F81.8), KURANGNYA PERKEMBANGAN FISIOLOGI NORMAL YANG DIHARAPKAN (R62).

Yang penyakitnya mengarah pada kecacatan pertumbuhan dan gangguan perkembangan pada anak pada umumnya.

Kini kondisi Ilia hanya bisa berbaring dan duduk saja, dia tidak bisa berbicara apalagi berjalan.




Yang lebih parahnya adalah Rahman, Bahkan untuk duduk pun dia tidak bisa. Rahman harus menggunakan tempat seperti kotak dari kayu untuk menopang tubuhnya agar dia bisa duduk. Jika tidak, untuk berpindah posisi Rahman harus berkeliaran-guling dilantai.




Menurut dokter sudah terlambat untuk memperbaiki pertumbuhan kedua anak tersebut.

Tetapi Masih ada harapan!! Kami berpikir, dengan usaha yang keras, do’a yang tulus dan dana yang cukup akan membuat keajaiban bagi Ilia dan Rahman sehingga mereka bisa tumbuh normal seperti anak-anak lain seusia mereka.

Oleh karena itu, kami sangat berantusias membantu menggalang dana untuk Ilia, Rahman dan keluarganya. Dengan harapan, bantuan dari #orangbaik sekalian bisa menjadi jembatan untuk kesembuhan dan kebahagiaan mereka.


#orangbaik yang dermawan. Kami mohon, Tolong bantu Ilia dan Rahman serta keluarganya. Sepasang petani yang memiliki 2 anak spesial membutuhkan uluran tangan kita.

Recent Donations

Setiap campaign dimulai dari satu donasi.

Jadilah bagian dari perubahan ini

Empty state icon

Donatur Teratas

Belum ada donatur teratas.

Jadilah bagian awal dari amal kebaikan ini.

Empty state icon
Bagikan
Scroll to Top